Gambar Banner

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam

Adventure & Coffee Camp 2026 yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Pacet Hill, Mojokerto

Mojokerto - Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman, keterampilan, keberanian mencoba, hingga peluang usaha. Gagasan itu terasa dalam Pacet Adventure & Coffee Camp 2026 yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Pacet Hill, Mojokerto. Puluhan peserta datang bukan sekadar untuk camping, menikmati pemandangan, atau menyeruput kopi, tetapi bertemu dalam ruang yang mempertemukan adventure, coffee, outdoor business, kreativitas, dan pengalaman komunitas.

Salah satu pesan penting datang dari Kenny Handriyanto, barista sekaligus owner Tumbaz Kopi Malang, yang mengingatkan bahwa membangun usaha kopi tidak cukup dengan sekadar keberanian mencoba. Menurutnya, pengalaman dan keterampilan perlu dibangun terlebih dahulu dengan belajar dari orang yang telah lebih dulu menjalani dunia kopi, termasuk melalui pengalaman bekerja atau magang. “Usaha kopi itu harus punya pengalaman yang sudah didapatkan orang lain. Jangan sekadar mencoba. Buka keterampilan dulu, bisa ikut orang atau magang di usaha kopi,” ujar Kenny.

Rangkaian kegiatan meliputi adventure experience, sesi berbagi, camping, Kopsor, campfire, KOPAG atau Kopi Pagi di puncak Pacet Hill, sarapan bersama, hingga aktivitas jelajah. Interaksi peserta juga tumbuh dalam suasana informal, mulai dari makan bersama, menikmati kopi, berbincang di sekitar api, hingga menikmati pagi di kawasan puncak.

Bagi Dimas, salah satu peserta, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman yang lengkap. “Kesan: seru-seru. View Pacet Hill cakep, kopinya juara, teman baru dapat banyak. Adventure-nya dapat, ngopinya dapat, healing-nya dapat!” Ia mengapresiasi konsep kegiatan yang menurutnya matang dan menyenangkan, sembari berharap materi kopi mendapat waktu lebih panjang serta beberapa aspek teknis seperti pengaturan rundown dan penyewaan tenda dapat semakin diperbaiki.

Tatin Ro'aita, peserta lainnya, juga menilai fasilitas Pacet Hill telah mendukung kegiatan. “Tempatnya sudah enak, akses air dan kamar mandi sudah sangat memadai. Acaranya juga sudah oke.” Namun, ia berharap kegiatan berikutnya semakin memberikan pengalaman langsung, bukan hanya melalui talk show. “Mungkin untuk kegiatan ke depannya bukan cuma talk show saja, tapi lebih ke praktiknya, misalnya petik kopi, atau membuat kopi dengan alat manual brew.” Masukan tersebut membuka peluang pengembangan kegiatan menuju experiential learning, dengan memberi peserta lebih banyak kesempatan untuk mencoba secara langsung.

Selain kopi dan adventure, kegiatan ini juga membuka ruang pembahasan tentang kreativitas dan personal branding. Amanda PTR, influencer dan model, menekankan pentingnya membangun personal branding melalui konten yang konsisten. Baginya, setiap orang memiliki cerita dan pengalaman yang dapat menjadi bahan untuk membentuk diri melalui konten kreatif. Dengan konsistensi, pengalaman personal tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat berkembang menjadi karya, identitas, dan ruang untuk membangun jejaring.

Sementara itu, Kihajar Prastiyo melihat perjalanan di alam sebagai pengalaman yang seharusnya meninggalkan sesuatu setelah peserta pulang. “Jangan hanya datang untuk menikmati alam, tapi pulanglah dengan membawa cerita, pengalaman, dan energi baru.” Baginya, adventure dan coffee bertemu dalam satu ruang: alam dan kebersamaan.

Beragam perspektif tersebut memperlihatkan bahwa Pacet Adventure & Coffee Camp 2026 tidak hanya menawarkan aktivitas outdoor. Kegiatan ini mempertemukan pembelajaran tentang kopi dan usaha, pengalaman adventure, kreativitas konten, serta jejaring antarpeserta dalam satu rangkaian kegiatan.

Terselenggaranya Pacet Adventure & Coffee Camp 2026 tidak lepas dari dukungan Pacet Hill, Jelajah Selindu, Basecamp Gunung, Laju Hening, Kahf Circle, YBM PLN Peduli, narasumber, kolaborator, panitia, dan seluruh peserta. Lebih dari sekadar agenda camping dan rekreasi, kegiatan ini mempertemukan pengalaman adventure, keterampilan kopi, wawasan usaha, kreativitas konten, serta jejaring lintas komunitas dalam satu ruang belajar di alam. 

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah peserta meninggalkan Pacet, tetapi berlanjut menjadi keterampilan yang dipraktikkan, konten yang diciptakan, jejaring yang dirawat, peluang usaha yang dikembangkan, dan kolaborasi baru yang memberi manfaat lebih luas. Datang untuk mengalami, pulang membawa cerita dan membawa sesuatu yang bisa dikembangkan.(Mahrus/Red)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
  • Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam
Gambar Banner
Gambar Banner