Gambar Banner

Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026

Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 yang resmi digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Senin (28/9).

JAKARTA  - Meluasnya konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara menuntut kehadiran layanan kebanksentralan yang semakin andal, efisien, dan aman. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pembukaan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 yang resmi digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Senin (28/9).

Mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth”, ajang tahunan ini mempertemukan bank sentral, otoritas sektor keuangan, kementerian/lembaga, industri perbankan, hingga asosiasi internasional untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Kredibilitas Operasional Dukung Stabilitas Ekonomi

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas A. M. Djiwandono, menegaskan bahwa peran bank sentral tidak hanya terbatas pada penjagaan stabilitas harga dan nilai tukar, melainkan juga mencakup stabilitas keuangan dan keandalan sistem pembayaran.

"Kredibilitas kebijakan perlu didukung oleh kredibilitas operasional," ujar Thomas di hadapan para pelaku industri keuangan dan tamu undangan.

Thomas memaparkan bahwa Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai layanan kebanksentralan, mulai dari penyelesaian transaksi operasi moneter, pengelolaan cadangan devisa dan emas, hingga kerja sama keuangan internasional. Selain itu, BI juga menyediakan layanan khusus bagi pemerintah seperti penatausahaan rekening, transfer dana, dan utang luar negeri  serta penyelesaian transaksi surat berharga dalam rupiah maupun valas bagi industri keuangan.

Lonjakan Signifikan Transaksi LCT (Local Currency Transaction)

Salah satu wujud nyata perluasan konektivitas keuangan lintas negara adalah implementasi kerja sama Local Currency Transaction (LCT). Skema ini mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral guna memperkuat ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar.

Hingga saat ini, Indonesia telah memperluas kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yakni:

Malaysia

Thailand

Tiongkok

Jepang

Korea Selatan

Uni Emirat Arab

Singapura

Pertumbuhan skema ini tergolong sangat masif. Pada semester I 2026, nilai transaksi LCT tercatat menembus USD42,07 miliar. Angka ini melonjak 259% (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD11,72 miliar, bahkan telah melampaui total capaian sepanjang 2025 yang berada di angka USD25,74 miliar.

Sinergi Kebijakan Fiskal dan Moneter

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya membangun ketahanan nasional. Menurutnya, ketahanan bukan sekadar kemampuan menghadapi krisis, melainkan juga adaptasi dan upaya menjaga kepercayaan publik.

"Ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama,"* ungkap Juda.

Ia menambahkan bahwa sinergi erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi kunci utama dalam merespons cepat setiap perubahan ekonomi global maupun disrupsi teknologi.

Pemanfaatan Teknologi AI dan Mitigasi Risiko Geopolitik

CB Fest 2026 juga menghadirkan sesi diskusi panel strategis yang melibatkan berbagai pakar terkemuka, mulai dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), akademisi ITB dan University of Melbourne, hingga praktisi dari Deloitte dan J.P. Morgan Asia Pacific.

Sejumlah poin krusial yang dibahas meliputi:

Respons Adaptif terhadap Geopolitik: Menyiapkan strategi mitigasi risiko di tengah eskalasi ketidakpastian global.

Transformasi Digital dan AI: Pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dan generative AI untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mendorong transformasi menuju intelligent reporting.

Tata Kelola yang Akuntabel: Memastikan inovasi teknologi tetap berjalan seiring dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kompetensi fungsi keuangan.

Melalui penyelenggaraan CB Fest 2026, Bank Indonesia berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan strategis serta mempererat kolaborasi global antarbank sentral demi mengawal pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah gelombang risiko geopolitik.(*)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
  • Memperkuat Ketahanan Finansial di Tengah Risiko Geopolitik: Highlights Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026
Gambar Banner
Gambar Banner