Menkeu Purbaya Beberkan 5 Strategi Perkuat Investasi Korea Selatan di Indonesia
![]() |
| Menkeu Purbaya Beberkan 5 Strategi Perkuat Investasi Korea Selatan di Indonesia |
JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan lima prioritas strategis untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Korea Selatan dalam ajang Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026. Di hadapan para pelaku usaha dan diplomat, Menkeu menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global, menjadikannya destinasi investasi yang aman dan menjanjikan.
"Resiliensi ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan inflasi yang relatif rendah. Kinerja ekonomi Indonesia tetap lebih kuat dibandingkan beberapa negara sejawat lainnya," ujar Menkeu Purbaya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ketahanan tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I-2026, dengan inflasi terkendali di angka 3,08 persen. Selain itu, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, ditopang cadangan devisa yang setara dengan 5,5 bulan impor serta pertumbuhan kredit sektor finansial yang berada di kisaran angka ganda.
Untuk menangkap peluang kerja sama bilateral yang lebih dalam, Kementerian Keuangan menawarkan lima strategi utama kepada investor Korea Selatan:
1. Akselerasi Investasi lewat Bottlenecking Task Force
Pemerintah memperkuat koordinasi lintas instansi guna memangkas hambatan regulasi dan operasional. Menkeu menjamin penyelesaian keluhan investor dipantau langsung oleh Presiden untuk menciptakan iklim usaha yang lebih terprediksi.
2. Optimalisasi Perjanjian IK-CEPA
Memaksimalkan fasilitas pembebasan dan penurunan tarif dalam Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) demi menggenjot arus perdagangan serta integrasi rantai pasok kedua negara.
3. Pemanfaatan Dana Infrastruktur EDCF
Memaksimalkan penyerapan fasilitas Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai 1,5 miliar dolar AS untuk periode 2022–2026. Dana ini diarahkan untuk membiayai proyek prioritas seperti air bersih, sanitasi, infrastruktur TIK, dan pembangunan smart city.
4. Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)
Kemenkeu mengajak raksasa teknologi Korea Selatan berkolaborasi mengolah mineral kritis di dalam negeri. Saat ini, Indonesia menguasai 50 hingga 60 persen pasokan nikel global, yang menjadi modal utama membangun ekosistem baterai sirkular yang terintegrasi.
5. Jaminan Kepastian Kebijakan dan Fiskal Sehat
Pemerintah memberikan garansi penuh terhadap pengelolaan fiskal yang sehat, pertumbuhan hijau berkelanjutan, serta regulasi yang kompetitif demi kenyamanan investasi jangka panjang.
Menkeu optimistis sinergi ini akan membawa dampak positif yang masif bagi perekonomian kedua negara. "Saya sangat yakin bahwa kerja sama yang lebih dalam dengan Korea Selatan melalui kerangka perdagangan yang maju, pembiayaan infrastruktur strategis, dan ekosistem baterai sirkular yang berkelanjutan akan memberikan manfaat yang berarti," pungkasnya. (dm/al)
