Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya

Langkah Strategis Pelni di Surabaya: Tambah Depo untuk Antisipasi Lonjakan Peti Kemas

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Logistics menambah satu depo kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan arus peti kemas sekaligus mendukung rencana penambahan armada kapal yang saat ini sedang diproduksi melalui skema penyertaan modal negara (PMN).

Depo kontainer baru tersebut berlokasi di Jalan Kalimas Baru, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, dan dikelola oleh perusahaan bongkar muat (PBM) PT Sarana Bandar Nasional, anak usaha Pelni. Dengan penambahan ini, Pelni Logistics kini memiliki dua depo kontainer di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak. Sebelumnya, aktivitas depo hanya terpusat di Jalan Prapat Kurung, Surabaya

Penambahan fasilitas logistik tersebut dilakukan seiring meningkatnya arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan data perusahaan, volume peti kemas yang sebelumnya rata-rata sekitar 8.000 TEUs per tahun kini meningkat menjadi sekitar 10.000 TEUs per tahun.

Direktur Utama PBM PT Sarana Bandar Nasional, Sukendra, mengatakan kebutuhan lahan depo akan terus bertambah seiring bertambahnya armada kapal Pelni yang dilengkapi fasilitas angkutan kontainer.

"Presentase peningkatannya kami mengikuti, artinya ketika volume kapal kita bertambah, tiga kapal lagi yang dengan kontainer, kita mungkin butuh lahan lagi sekitar 5.000 atau 6.000 (m2) lagi untuk depo persiapan untuk pemuatan kontainer. Jadi kita sekarang sudah punya (depo) di Prapat Kurung, dan di sini kalau misalnya masih kurang kita akan cari lagi," ungkap Sukendra, Direktur Utama PBM Sarana Bandar Nasional, Minggu (5/7/2026).

Menurut Sukendra, tiga kapal baru Pelni yang saat ini masih dalam proses pembangunan ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2029. Kehadiran armada baru tersebut diperkirakan akan meningkatkan kapasitas angkutan logistik nasional, sehingga infrastruktur pendukung, termasuk depo kontainer, perlu dipersiapkan sejak dini.

Saat ini Pelni melayani distribusi peti kemas melalui lima kapal tol laut yang melayani berbagai trayek menuju wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas logistik antarpulau.

Selain kapal tol laut, Pelni juga mengoperasikan 26 kapal penumpang yang dilengkapi ruang angkut kontainer dan general cargo untuk melayani distribusi barang ke berbagai daerah di Indonesia.

Penambahan depo kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional bongkar muat, mempercepat distribusi logistik, serta mengakomodasi pertumbuhan volume peti kemas dalam beberapa tahun mendatang, seiring bertambahnya armada dan meningkatnya kebutuhan angkutan barang nasional.(*)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya
  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya
  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya
  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya
  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya
  • Antisipasi Lonjakan Muatan, Pelni Buka Depo Baru di Surabaya