Atasi Krisis Air Bersih Disperkim Ngawi Salurkan Air Metode Sifon
![]() |
| Pipa disalurkan dengan memanfaatkan aliran waduk untuk menyeberangkan air |
Ngawi - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi terus berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, khususnya yang berada di kawasan sekitar waduk.
Langkah ini diambil mengingat wilayah sekitar waduk masuk dalam kategori wilayah Non-Cekungan Air Tanah (Non-CAT) yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, kondisi geografis berkapu sehingga pengeboran sumur tidak memungkinkan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menjelaskan Disperkim telah melakukan monitoring langsung terhadap kegiatan intervensi pemenuhan air bersih warga. Sebagai solusi atas sulitnya pengeboran untuk mendapat air bersih, Disperkim menerapkan sistem pipanisasi untuk mendistribusikan air dari sumbernya.
"Karena ini daerah kategorinya Non-CAT, agak kesulitan dalam pengeboran. Akhirnya dilakukan pipanisasi atau distribusi pipa dari sumber yang berada di sebelah selatan waduk, kemudian dibawa dengan metode sifon masuk ke daerah utara waduk," ujar Pipit.
Pipit melanjutkan melalui metode sifon ini, pipa disalurkan dengan memanfaatkan aliran waduk untuk menyeberangkan air dari selatan ke utara. Perbedaan ketinggian yang cukup signifikan antara lokasi sumber air dengan pemukiman warga sangat menguntungkan secara hidrolika. Melalui intervensi ini, setidaknya ada hampir 40 rumah warga di bagian utara waduk yang kini sudah terhubung langsung dengan jaringan pipa air bersih.
"Beda tingginya cukup signifikan, sekitar 24 meter, sehingga tekanannya sangat besar. Secara hidrolika, ini masih mencukupi kebutuhan tekanan air yang ada di wilayah utara," tambahnya.
Pipit mengungkapkan sebelum adanya program dari Disperkim ini, warga setempat harus mengandalkan sumur resapan dengan kedalaman sekitar 14 meter. Namun, air yang dihasilkan dari sumur mandiri tersebut cenderung mengandung kapur tinggi karena kondisi perbukitan kerendeng yang mendominasi wilayah tersebut.(*)
