Viral Dikabarkan Gunung Semeru Meletus Ternyata Hoaks
![]() |
| Diskominfo Lumajang melakukan cek fakta atas video erupsi Semeru yang viral di media sosial pada 3 Juli 2026. |
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan video letusan Gunung Semeru yang beredar di media sosial dan diunggah akun YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli 2026 merupakan hoaks. Video tersebut dinarasikan seolah-olah memperlihatkan erupsi terbaru Gunung Semeru.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi agar tidak memicu kepanikan.
"Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan," kata Isnugroho, Sabtu (4/7/2026)..
Isnugroho mengatakan hasil penelusuran BPBD Lumajang menunjukkan video tersebut tidak sesuai dengan kondisi aktivitas Gunung Semeru berdasarkan data resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami memastikan video yang beredar tersebut merupakan hoaks. Masyarakat jangan mudah percaya, apalagi langsung menyebarkannya sebelum memastikan kebenarannya," tuturnya.
BPBD Lumajang meminta masyarakat menjadikan informasi resmi dari PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai rujukan utama untuk memantau aktivitas Gunung Semeru.
Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan narasi dalam video dengan laporan resmi aktivitas Gunung Semeru yang diterbitkan PVMBG melalui sistem Magma Indonesia.
Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Semeru mengalami erupsi pada 3 Juli 2026 pukul 06.06 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak yang mengarah ke tenggara.
Gunung Semeru kembali erupsi pada 4 Juli 2026 pukul 06.08 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.400 meter di atas puncak yang mengarah ke selatan. Saat laporan diterbitkan, erupsi masih berlangsung.
"Hasil pencocokan menunjukkan narasi yang menyertai video tidak sesuai dengan data resmi aktivitas Gunung Semeru, sehingga konten tersebut dipastikan merupakan informasi yang menyesatkan atau hoaks," katanya.
Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada level III atau siaga. PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Isnugroho menegaskan penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat memicu kepanikan dan mengganggu penyampaian informasi resmi saat terjadi bencana.
Karena itu, masyarakat diimbau membiasakan melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi. BPBD juga mengajak masyarakat mengandalkan informasi resmi dari PVMBG, BPBD Lumajang, dan Pemkab Lumajang untuk memantau perkembangan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.(*)
