Jejak Langkah Santri Berprestasi, Dari Pondok hingga Puncak Kepemimpinan BEM
![]() |
| Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Putri Universitas Annuqayah hingga menjabat Ketua Kopri PC PMII Sumenep |
SUMENEP — Konsistensi dan dedikasi menjadi kunci utama bagi Yuliyana Putri, seorang mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di Universitas Annuqayah. Lahir dan besar di Desa Poja, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, sosok yang akrab disapa Yupi ini membuktikan bahwa latar belakang santri bukanlah penghalang untuk berkembang pesat, melainkan fondasi kuat dalam meniti karir akademis dan organisasi.
Perjalanan kepemimpinan Yupi di lingkungan kampus dan pesantren terbilang luar biasa. Mengawali kiprahnya di ranah literasi sebagai Ketua Forum Literasi Santri (FRASA) serta tim media/pers di PP. Annuqayah Lubangsa Putri, bakat jurnalistik dan komunikasinya terus terasah. Dedikasi tersebut membawanya dipercaya memegang amanah strategis sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Putri Universitas Annuqayah hingga menjabat Ketua Kopri PC PMII Sumenep.
Tak hanya aktif di ranah pergerakan dan organisasi kemahasiswaan, Yupi juga menorehkan sederet prestasi mengagumkan:
Prestasi Akademik & Keorganisasian
Dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Universitas Annuqayah (2023) serta Santri Berprestasi Tingkat Nasional (2021) dan Regional (2022–2023) PP. Annuqayah Lubangsa Putri.
Karya Literasi & Visual
Menjelajahi dunia jurnalistik dan desain, Yupi menyabet Juara 1 Lomba Menulis Esai se-Annuqayah (2019) dan Juara 2 Lomba Infografis se-Sumenep (2022–2023).
Di balik kesibukannya memimpin organisasi dan memelopori gerakan literasi serta pemberdayaan perempuan, Yupi juga menguasai berbagai keahlian teknis modern seperti desain grafis, videografi, editing video, hingga jurnalisme multimedia.
"Komitmen pada pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan kapasitas anggota adalah kunci utama menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan." Ujar Yuliyana Putri
Kisah Yuliyana Putri menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara nilai-nilai pesantren, kecakapan literasi digital, dan jiwa kepemimpinan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.(*)
