Gambar Banner

Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar

Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah,
Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan pada Kamis (11/6) waktu setempat langsung memicu debat publik global. Di luar kemenangan 2-0 Meksiko atas Afrika Selatan, laga tersebut diwarnai oleh pengusiran tiga pemain akibat kartu merah langsung oleh wasit.

Dua pemain Afrika Selatan, Yaya Sithole dan Themba Zwane, diusir dari lapangan sebelum bek Meksiko, Cesar Montes, menerima sanksi serupa pada masa injury time.

Catatan ini terbilang impresif mengingat total kartu merah pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya Rusia 2018 dan Qatar 2022—masing-masing hanya mengumpulkan total empat kartu merah sepanjang turnamen. Kejadian tiga kartu merah dalam satu pertandingan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Piala Dunia 2006 di Jerman, 20 tahun silam.

Pertandingan yang dipimpin oleh wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, tersebut mulai memanas pada babak kedua melalui tiga insiden krusial

Sithole dijatuhi hukuman setelah melakukan pelanggaran terhadap gelandang serang Meksiko, Brian Gutierrez, yang sedang berada dalam posisi bebas mencetak gol. Sampaio langsung menerapkan aturan Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO).

Pengusiran kedua terjadi setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) oleh wasit asal Kolombia, Nicolas Gallo. Zwane dinilai melakukan tindakan kekerasan (violent conduct) saat terlibat kontak fisik dengan pemain Meksiko, Roberto Alvarado.

Menjelang laga berakhir, Montes diusir akibat tekel keras terhadap Khuliso Mudau yang tengah menusuk ke area penalti. Sampaio kembali mengeluarkan kartu merah langsung atas dasar pasal DOGSO.

Keputusan kartu merah terhadap Themba Zwane menjadi poin utama yang menuai kritik tajam. Berdasarkan tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, Zwane terlihat melakukan kontak dengan tangan terbuka ke arah kepala Alvarado, bukan dengan kepalan tinju yang biasanya menjadi indikator utama agresi atau tindakan kekerasan secara sengaja.

Sejumlah pengamat menilai intervensi VAR dalam insiden tersebut terlalu berlebihan dan tidak memenuhi standar kekeliruan yang nyata (clear and obvious error).

Sebaliknya, keputusan kartu merah untuk Cesar Montes dinilai sudah tepat secara regulasi. Kasus ini serupa dengan insiden di Premier League musim lalu pada laga Crystal Palace vs Bournemouth, di mana panel ahli menyatakan bahwa pelanggaran dalam posisi transisi cepat seperti yang dilakukan Montes valid untuk dijatuhi kartu merah langsung.

Banjir kartu merah di awal turnamen ini memicu pertanyaan mengenai adanya potensi pengetatan instruksi dari Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina. Sejak menjabat pada 2017, Collina dikenal melonggarkan aturan sanksi di dalam kotak penalti guna meminimalisasi hukuman ganda (double jeopardy).

Dalam taklimat resmi pra-turnamen di Doha, Collina menegaskan bahwa fokus utama korps wasit pada Piala Dunia 2026 adalah penanggulangan aksi buang-buang waktu (time-wasting) serta pengendalian perilaku buruk pemain di lapangan, seperti memprotes wasit secara agresif atau menutup mulut saat melakukan konfrontasi.

Pihak otoritas pertandingan menyatakan bahwa tingginya jumlah kartu merah pada laga pembuka ini merupakan anomali statistik dari sebuah pertandingan dengan tensi tinggi, dan bukan mencerminkan instruksi untuk melakukan tindakan represif secara menyeluruh di sisa 104 laga turnamen.(*)

Sumber | BBC

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
  • Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah, | Kasi Kabar
Tutup Iklan
Gambar Banner