![]() |
| Peringati Bulan Bung Karno, Warga Sumenep Padati Parade Musik Tongtong |
Sebanyak tujuh grup musik tongtong legendaris kebanggaan Sumenep unjuk gigi dalam gelaran tahunan ini. Mereka adalah Peccot Ngamox, Putra Siding Puri, Raden Werasena, Sepensa, Tapak Agung, Laskar Sadewo, dan Pangeran Girpapar. Masing-masing grup sukses memukau penonton dengan aransemen musik khas Madura yang energik, rancak, dan atraktif.
Parade bergengsi ini mengambil titik start dari depan Rumah Dinas Bupati Sumenep dan finish di Lapangan Giling. Sejak sore hari, warga dari berbagai pelosok Sumenep bahkan luar daerah sudah mulai memadati sisi kanan dan kiri jalan, menciptakan lautan manusia di sepanjang rute parade.
Musik tongtong, yang merupakan kesenian tradisional asli Madura, memang selalu memiliki magnet tersendiri. Keunikan irama perkusi bambu yang berpadu dengan kreativitas aransemen modern serta performa penuh semangat dari para pemainnya, membuat penonton tak beranjak hingga grup terakhir melintas.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang hadir langsung melepas peserta parade menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap memasuki bulan Juni.
“Parade musik tongtong ini menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus sarana hiburan bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini terus kami laksanakan setiap tahun pada bulan Juni,” ujar Achmad Fauzi di sela-sela acara.
Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi ini juga menegaskan bahwa merawat seni tradisional adalah langkah krusial untuk membentengi identitas daerah di tengah gempuran zaman. Menurutnya, pelestarian seni dan budaya daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas masyarakat serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.
Melalui kemeriahan parade ini, Juni Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah kebangsaan, tetapi juga pesta budaya yang berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam harmoni tradisi Madura.(*)
