Keracunan Massal MBG di Sidoarjo, Labfor Polda Jatim Uji Sampel Makanan Santri
![]() |
| Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dirawat di RSUD Notopuro, Sidoarjo, karena diduga keracunan MBG, Rabu (2/9). |
SURABAYA – Aparat kepolisian mulai bergerak cepat memeriksa sampel program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu keracunan massal ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengonfirmasi bahwa Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri sudah turun ke lapangan untuk mengambil dan meneliti sampel makanan terkait.
"Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Labfor Polri melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” ujar Jules saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).
Jules menegaskan bahwa uji laboratorium ini merupakan langkah pembuktian ilmiah untuk mengidentifikasi kandungan zat berbahaya atau bakteri yang menyebabkan ratusan pelajar mendadak sakit usai mengonsumsi hidangan tersebut.
"Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut," tambahnya.
Saat ini pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menunggu laporan resmi hasil uji medis dan kimiawi dari Labfor. Paralel dengan uji laboratorium, Polresta Sidoarjo juga terus melakukan pendalaman serta penyelidikan di lokasi kejadian.
"Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo," tutup Jules.
Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi sorotan tajam publik. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, jumlah korban yang terdampak di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan melonjak drastis mencapai 664 orang.(*)
