Murni Mengabdi untuk Pendidikan, Jejak Inspiratif Wanita Berparas Cantik Asal Kota Blitar
![]() |
| Pendiri Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) di Kota Blitar / Foto Ida Sulistyowati |
BLITAR - Pendidikan bukan sekedar profesi, melainkan ruang pengabdian tanpa batas. Prinsip itulah yang dihidupi oleh Ida Sulistyowati, seorang penggerak pendidikan asal Kota Blitar yang tak pernah lelah meretas jalan demi mencerdaskan masyarakat di sekitarnya.
Sosok wanita berparas anggun ini dikenal luas sebagai pendiri Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) di daerahnya. Lewat lembaga tersebut, ia mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk menggembleng para peserta didik agar memiliki keterampilan yang mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi dunia kerja.
Kesibukan wanita ini seolah tak ada habisnya. Dari hari ke hari, layar pembaruan status WhatsApp-nya selalu dipenuhi momen kegiatan memotivasi, membimbing, serta mendampingi para warga belajarnya di lembaga pelatihan. Dedikasi tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda di Jawa Timur.
“Pendidikan keterampilan adalah jembatan bagi siapa saja yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Selama masih ada kesempatan untuk berbagi ilmu, di situ saya akan terus berjalan,” tuturnya.
Tak hanya fokus membesarkan lembaga pelatihannya, kapasitas dan kepakarannya di dunia pendidikan nonformal juga membawanya dipercaya sebagai Asesor Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Jawa Timur. Peran strategis ini menuntutnya untuk terus menjaga standar mutu pendidikan di berbagai daerah.
Di tengah padatnya agenda di dunia pendidikan dan tugas akreditasi, sosoknya tetap tampil energik dalam berbagai aktivitas sosial dan organisasi. Kepemimpinannya yang luwes serta keaktifannya di berbagai komunitas menjadikannya figur panutan, khususnya bagi sesama perempuan yang ingin berkarya dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegigihan, kehangatan, dan semangat pantang menyerah yang dipancarkan Ida Sulistyowati menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi. Melalui tindakan nyatanya, ia telah menginspirasi banyak orang bahwa pengabdian tulus akan selalu melahirkan jejak kebaikan yang tak terputus. (*)
