![]() |
| Panen Padi E sabe temor |
Opini : Mahfud Reyadi
SABE TEMOR LAM PENNANG Warga kampung RT/RW 09/02 Desa Basoka menyebutnya, " Sabe Temor " Artinya Sawah Sebelah timur, "Lam Penang" hanyalah penyebutan Saja,
Segala sesuatu yang besar selalu bermula dari hal yang sangat kecil. Pepatah ini seolah menemukan wujud nyatanya di hamparan sawah.
Dari sebuah biji gabah yang sekecil embun, kini ia telah tumbuh menjadi hamparan padi menguning yang siap dituai, mengubah peluh yang menetes berbulan-bulan menjadi senyum kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Panen bukan sekadar aktivitas pertanian biasa. Ia adalah sebuah perayaan sosial. menangkap sebuah mozaik kerukunan yang kian berharga di era saat ini.
Riuh rendah kegembiraan menyelimuti udara di atas petak-petak lumpur. Sanak famili, tua maupun muda, turun langsung saling bahu-membahu memanen padi peluh.
Satu hal yang paling membekas adalah magisnya kebersamaan. Terik matahari yang menyengat seolah tak berdaya melawan hangatnya kerukunan sanak saudara.
Di tengah sawah, rasa haus dan lelah seakan menguap begitu saja ketika mereka bisa berkumpul, bersenda gurau, sambil tangan terus bekerja memanen harapan. bukan sekadar tempat mengais rezeki, melainkan ruang tamu alam tempat keluarga besar saling menguatkan.
Namun, di balik riuhnya tawa, ada makna kelangsungan hidup yang sangat mendalam. Padi yang dulunya ditanam satu per satu dari bijian kecil ini, kini telah dipanen untuk satu tujuan mulia: menghidupi keluarga.
Hasil panen ini adalah benteng pertahanan pangan, penjamin sesuap nasi yang akan mengepul di atas meja makan selama setahun penuh ke depan.
karung-karung gabah telah terkumpul, siap menjadi pahlawan bagi kehidupan setiap anggota keluarga. Bersamaan dengan rampungnya panen hari ini, para petani akan kembali merawat siklus kehidupan—menanti dengan sabar hingga mesin perontok padi kembali tiba di musim panen tahun depan.
Sebuah refleksi sederhana dari Sabe Timur Lam Penang: di balik sepiring nasi yang kita nikmati, ada doa pada sebutir benih, serta tawa dan peluh kerukunan keluarga yang bekerja keras di bawah terik matahari. Salam Literasi (*)
