![]() |
| Photo Makan Panjang 11,5 di Desa Basoka Jilid II |
Sumenep bukan sekadar kota keraton yang menyimpan memori masa lalu. Kini, perhatian publik tertuju pada fenomena arkeologis yang tidak biasa keberadaan makam-makam dengan ukuran panjang yang tidak lazim.
Jika sebelumnya publik hanya menyoroti makam berukuran 11,5 meter di Desa Basoka, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa fenomena ini tersebar luas di berbagai wilayah.
Temuan ini tersebar di beberapa kecamatan, membuktikan bahwa "makam panjang" bukanlah anomali tunggal, melainkan pola yang bisa ditemukan di berbagai titik geografis Sumenep:
dari Desa Basoka (lokasi awal 11,5 meter), Desa Bukabu, dan Desa Beluk Raja Kecamatan Ambunten
Desa Panagan Kecamatan Gapura, Desa Leggun Barat Kecamatan Batang-Batang, Desa Juruan Daya Kecamatan Batuputih dan di Desa gunung Kembar Kecamatan Manding,
Secara historis Kabupaten Sumenep adalah pusat kekeratonan yang kental dengan jejak para raja pendahulu. Keberadaan makam-makam ini memicu narasi kuat bahwa situs-situs tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tokoh-tokoh penting atau bangsawan di masa lampau.
Di tengah minimnya data ekskavasi resmi, masyarakat setempat merajut spekulasi yang berkembang liar. Ada dua arus opini utama yang sering diperbincangkan
"Banyak yang meyakini bahwa makam-makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Ada yang menduga di dalamnya tersimpan benda kuno atau artefak bersejarah bernilai tinggi."
Selain itu, muncul teori yang lebih pragmatis dari kacamata sejarah kolonial
Muncul dugaan bahwa panjangnya makam tersebut merupakan taktik zaman dahulu untuk menyembunyikan benda-benda berharga dari penjarahan masa penjajahan Belanda.
Spekulasi mengenai adanya rongga atau ruang di bawah tanah yang difungsikan sebagai brankas penyimpanan harta karun keluarga kerajaan atau komunitas masa lalu agar tidak jatuh ke tangan penjajah.(*)
"Mohon Maaf jika ada kesalahan penyampaian artikel atau narasi kami "kami hanya melakukan riset di media Sosial menggunakan data Digital".
