![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. Moh. Iksan |
Acara yang menjadi bagian dari "Lomba Educreative Hardiknas & Harkitnas 2026" ini diinisiasi oleh kolaborasi sejumlah komunitas pendidikan di bawah koordinasi Konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM).
Berbeda dari kompetisi pemrograman pada umumnya yang bergantung pada perangkat digital, Lomba Unplugged Coding ini menantang para siswa memahami logika komputasional (computational thinking) lewat praktik langsung tanpa komputer.
Kompetisi ini mencuri perhatian publik karena mengintegrasikan tiga ranah kemampuan sekaligus dalam satu arena,
Mengasah penalaran dan pemecahan masalah secara sistematis. Menantang kreativitas siswa dalam merakit alat mekanis.
Melatih keberanian siswa mempresentasikan cara kerja alat di hadapan dewan juri.
Pada edisi perdana ini, para "insinyur cilik" ditantang merakit empat tema alat terapan yang relevan dengan prinsip sains dasar dan industri masa depan
Selain Unplugged Coding, rangkaian event Educreative ini juga menghadirkan dua cabang lomba lainnya, yakni Lomba Pembawa Acara Bahasa Madura dan Lomba Menulis Cerita.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, hadir secara langsung untuk membuka kegiatan. Dalam sambutannya, Iksan menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, kepala sekolah, guru pembina, serta orang tua siswa yang menyukseskan agenda kolaboratif ini.
“Lomba Unplugged Coding ini layak disebut sebagai lomba masa depan. Di tengah arus revolusi industri 4.0 dan transformasi digital, kemampuan berpikir logis, kreativitas mekanikal, dan keberanian berbicara di depan publik menjadi fondasi penting bagi generasi muda Madura,” ujar Moh. Iksan.
Iksan menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep akan mengawal ketat proses penilaian agar berjalan objektif dan sportif. Ia juga membuka peluang untuk memperluas skala kompetisi serupa pada momentum Hari Guru Nasional mendatang. Menurutnya, inovasi semacam ini harus menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.
"Senada Ketua AKSES, Sucipto, menegaskan bahwa esensi utama dari kompetisi ini adalah memberikan ruang merdeka bagi kreativitas anak didik di Sumenep.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pengembangan pendidikan, budaya, dan karakter generasi muda di Kabupaten Sumenep," pungkas Sucipto.(Red)
