![]() |
| Photo gaya hidup Gen Z |
Lifestyle - Generasi Z atau yang biasa disebut Gen Z kerap kali menghadapi tantangan keuangan di era digital. Dengan gaya hidup yang semakin meningkat dan pengaruh media sosial yang kuat, ini sejumlah rangkoman yang dikutib dari bergai sumber dan di Kutip dari CCN Indonesia
Gen Z dikenal vokal dan mampu menetapkan batasan yang jelas. Strategi keuangan ini berpusat pada penetapan batasan dengan teman dan keluarga serta belajar untuk mengatakan tidak, terutama untuk kegiatan sosial yang tidak sejalan dengan tujuan keuangan Anda.
Misalnya, alih-alih berdalih sibuk, mereka akan jujur mengatakan, "Saya tidak bisa ikut makan malam ini karena sedang menabung untuk dana darurat."
Strategi budgeting uang tunai dengan amplop adalah sistem berbasis uang tunai di mana Anda membagi pendapatan ke dalam beberapa amplop, masing-masing diberi label untuk kategori pengeluaran tertentu, seperti uang makan, sewa kost, bensin, dan hiburan.
Contohnya, setelah uang dalam amplop tertentu habis, Anda tidak dapat membelanjakan lagi dalam kategori tersebut hingga bulan berikutnya.
Penganggaran melalui metode amplop telah ada selama bertahun-tahun, tetapi kini kembali populer di kalangan Gen Z.
Bagi Gen Z, penganggaran amplop bukan hanya praktis tapi merupakan tren gaya hidup yang membuat disiplin keuangan terasa lebih bermakna.
Salah satu cara Gen Z meningkatkan tabungan mereka adalah dengan menerapkan gaya hidup frugal, misalnya dengan berbelanja barang bekas.
Faktanya, jajak pendapat Harris tahun 2024 menemukan bahwa 63% Gen Z membeli pakaian atau aksesori bekas dibandingkan dengan 47% dari seluruh orang dewasa di AS.
Selain menghemat uang, membeli barang bekas juga mengurangi jumlah sampah dan memudahkan Anda menemukan barang-barang vintage dan yang sudah tidak diproduksi lagi.
Konsistensi adalah kunci dalam meningkatkan tabungan Anda. Dan saat ini, ada banyak alat yang dapat membantu.
Generasi muda khususnya telah mengadopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pengelolaan keuangan.
"Satu hal yang menonjol adalah bagaimana Gen Z memadukan teknologi ke dalam kebiasaan finansial mereka, karena mereka adalah generasi pertama penduduk asli digital. Mereka menggunakan aplikasi untuk melacak pengeluaran, mengotomatiskan tabungan, dan menginvestasikan uang receh," kata Thiergartner.
Sumber : CCN Indonesia
