Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar

Aliansi Mahasiswa Sumenep bersama pengurus DPC PKB di depan kantor. (Kasi.kabar.com/Zen) Senin (12/01/26)

Kasi.kabar.com, Sumenep. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep menggelar aksi demonstrasi ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golongan Karya (Golkar) dan dilanjut ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada Senin (12/01/2026). 

Aksi tersebut menyoal Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tidak langsung yang diwacanakan oleh partai politik di pusat.

Sekedar informasi, Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sebagaimana yang termaktub dalam pasal 1 ayat (2) undang-undang Dasar 1945 pemilihan kepala daerah harus menjamin partisipasi langsung warga negara.

Koordinator Lapangan (Korlap) M. Wakil menyampaikan bahwa pemilukada tidak langsung merupakan suatu bentuk perampasan hak politik masyarakat sipil.

“Pemilukada tidak langsung sebagai wujud nyata kemunduran demokrasi di negara ini,” teriaknya.

Aqil sapaan akrabnya menegaskan bahwa pemindahan pemilukada tidak langsung berpotensi merampas kedaulatan rakyat. Sebab menurutnya berpotensi partai politik mudah intervensi kadernya di parlemen.

“Satu satunya hak yang dimiliki rakyat adalah hak suara jika masih dirampas lalu rakyat bakal kehilangan semuanya,” tegasnya.

Aqil juga menilai pemilukada tidak langsung tersebut menyimpang dari cita-cita reformasi. Menurutnya rakyat harus diberikan ruang sepenuhnya untuk menentukan pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Kami pastikan dengan tegas Pemilukada tidak langsung berpotensi menguntungkan sekelompok elite, maka dari itu kami menolak,” pungkasnya.

Sementara itu, di kantor DPC PKB ditemui oleh Sekretaris Suro, Kamalil Irsyad, pihaknya menyetujui semua aspirasi mahasiswa dengan menandatangani semua tuntutan. 

Dia juga memastikan akan menyampaikan kepada pengurus pusat atas penolakan wacana pilkada tidak langsung.

“Terimakasih aspirasinya kami akan meneruskan ke pimpinan pusat,” singkatnya.

Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Sumenep sebagai berikut:

1. Aliansi mahasiswa Sumenep menolak pemilihan kepala daerah tidak langsung.

2. Aliansi Mahasiswa Sumenep mendesak ketua DPC Golkar dan PKB untuk merekomendasikan penolakan Pemilukada tidak langsung kepada DPP.

2. Mendorong penguatan pendidikan politik, pengawasan pemilu, dan penegakan hukum sebagai solusi utama atas persoalan pilkada, bukan melalui pembatasan hak politik warga negara.


Penulis/Rep : Zen
Editor   : Mahfud Ry

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
  • Aliansi Mahasiswa Sumenep Kepung DPC Golkar dan PKB, Tolak Pemilukada Tidak Langsung | Kasi-Kabar
Tutup Iklan
Gambar Banner