![]() |
| FOTO: Massa aksi saat demo minta rektor turun dari jabatan. (ZEN/Kasi-kabar.com) Kamis (29/01/26) |
Kasi-kabar.com, Sumenep–Dalam rangka menyoal nasib mahasiswa angkatan 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Sumenep gelar aksi Demonstrasi di depan kampus setempat. Pada Kamis (29/01/26).
Ratusan mahasiswa mempertanyakan tentang transparansi program KIP kuliah tahun 2025 yang dinilai banyak masalah. Sebab sebanyak 560 pendaftaran KIP Kuliah hanya 50 orang yang mendapatkan program tersebut.
Korlap Aksi Nurul Hidayatullah, dalam aksi tersebut pihaknya menuntut rektor untuk turun dari jabatannya jika tidak mampu mengatasi persoalan yang terjadi. Sebab kata dia kegagalan rektor dibuktikan dengan tidak mampunya mengatasi masalah yang terjadi.
“Jika rektor tak mampu mengatasi masalah yang terjadi lebih baik mundur jabatannya,” tegasnya.
Dayat juga menegaskan bahwa adanya dugaan pungli dalam pelaksanaan mata kuliah renang yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan pembayaran termasuk mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Menurutnya praktek tersebut dinilai sangat bermasalah, karena mata kuliah renang merupakan bagian dari kurikulum akademik wajib, bukan kegiatan tambahan atau pilihan.
“Kentuan KIP Kuliah secara tegas melarang segala bentuk pungutan kepada mahasiswa penerima KIP yang berkaitan dengan kegiatan akademik, termasuk mata kuliah, praktikum, dan kegiatan pembelajaran lainnya,” ungkapnya
Sementara itu, Ach Zainuddin menyampaikan masalah yang terjadi bahwa SOP dosen juga belum ada kejelasan sampai kampus beralih status menjadi Universitas. Sebab menurutnya saat kepala SDM yang baru ditanyakan tentang SOP dia berdalih masih mau dipelajari.
“Hal tersebut menjadi bukti gagalnya rektor dalam menjalankan sistem tata kelola kampus yang baik dengan stakeholder,” teriaknya saat orasi.
Dia juga menyinggung tentang dampak dari SOP dosen yang belum jelas adanya praktek Dosen pungli dan mafia jurnal. Fakta tersebut disebabkan kampus yang kurang serius dalam melakukan asesmen kepada dosen yang baru masuk kampus.
“Adanya masalah yang terjadi mengenai profesionalisme dosen disebabkan karena adanya SOP yang tidak jelas,”
Menanggapi aksi tersebut Rektor UPI Sumenep Asmoni siap menindaklanjuti segala tuntutan mahasiswa 2025. Dia juga mengapresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap kampus.
“Kami pihak rektorat akan memberikan SK berisi kebijakan beasiswa yang bisa membantu Mahasiswa yang tidak dapat KIP kuliah,” ungkapnya.
Asmoni juga menyatakan, bahwa pihaknya akan memberikan kesempatan pada mahasiswa yang memang membutuhkan untuk daftar beasiswa yatim piatu, tahfidz dan berprestasi.
“Tapi ingat harus memprioritaskan orang yang memang tidak mampu betul,” ucapnya.
Sedangkan Warek III bidang kemahasiswaan Moh. Fauzi menyampaikan pada bulan 2 pertengahan pihaknya akan mengeluarkan kebijakan hasil dari asesmen bagi mahasiswa yang memang tidak mampu dan membutuhkan.
“Pertengahan bulan dua tahun ini kebijakan beasiswa bisa diberlakukan,” singkatnya.
Warek II Bidang Administrasi Umum (BAU) M. Ridwan berdalih bahwa dosen tidak tetap itu hanya praktisi dan berganti setiap semester.
"Dosen tidak tetap itu berganti setiap semester dan itu hanya praktisi," ungkapnya.
Ridwan menyatakan bahwa pihaknya mengklaim SOP Dosen memang ada dan sudah dijalanan sesuai regulasi yang berlaku. Sebab menurutnya sangat perlu untuk melakukan proses penyeleksian secara ketat.
"Kami sudah menjalankan SOP dosen untuk melakukan seleksi tenaga didik yang masuk pada kampus kita," pungkasnya. (Zen/red).
