![]() |
| Foto Tiktok @safitryelok |
Siapa sangka, di balik keindahannya yang memesona, destinasi ini lahir dari semangat swadaya masyarakat. Meski berada di area pelosok desa—sekitar 20 kilometer dari pusat kota Sumenep—Desa Pagar Batu membuktikan diri sebagai desa mandiri yang sukses. Lewat dana gotong royong dan pengelolaan yang apik di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Bukit Tawaf menjelma menjadi magnet wisata baru yang ramah dan profesional.
Bagi pengunjung yang ingin sejenak lepas dari penatnya rutinitas perkotaan, Bukit Tawaf adalah jawaban yang tepat. Begitu menginjakkan kaki di sini, Anda akan disambut oleh semilir angin khas perbukitan dan pemandangan sejauh mata memandang yang menyegarkan pikiran.
Kombinasi kontur buit yang unik serta latar belakang laut biru menjadikannya tempat yang sangat instagramable untuk berswafoto. Suasananya yang tenang dan asri membuat destinasi ini sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga maupun sahabat.
Hebatnya, pengalaman wisata yang unik dan menyegarkan ini tidak perlu dibayar mahal. Pengelola berkomitmen menyajikan wisata berkualitas yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Akses menuju lokasi ini terbilang strategis dan mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga perjalanan liburan Anda dipastikan akan tetap nyaman.
Keberhasilan BUMDes Desa Pagar Batu dalam mengelola Bukit Tawaf menjadi bukti bahwa potensi lokal jika dikelola dengan cinta dan gotong royong akan menghasilkan mahakarya yang luar biasa. Wisata Bukit Tawaf Pagar Batu bukan sekadar tempat berlibur, melainkan simbol kemandirian sebuah desa di ujung Timur Pulau Madura.(Red)

